Kamis, 10 Mei 2018

karakteristik aktiva


1.       Karakteristik Aktiva
Karakterisktik aktiva berkaitan dengan kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan apakah transaksi tertentu diakui sebagai elemen aktiva dalam laporan keuangan. Karakteristik tersebut berhubungan dengan devinisi aktiva. Banyak definisi yang dikemukakan untuk menunjukkan arti dan aktiva. Meskipun ada perbedaan dalam definisi ersebut, namun semuanya tetap mengarah pada karakteristik umum yang melekat pada aktiva. Karakteristik tersebut adalah:
a.       Adanya karakteristik manfaat di masa mendatang (pemakaian dapat berbeda-beda seperti potensi jasa dan sumber-sumber ekonomi).
b.      Adanya pengorbanan ekonomi untuk memperoleh aktiva
c.       Berkaitan dengan entitas tertentu.
d.      Menunjukkan proses akuntansi.
e.      Berkaitan dengan dimensi waktu.
f.        Berkaitan dengan karakteristik keterukuran.
Menurut FASB (1980) mendefinisikan aktiva sebagai berikut:
   Aktiva adalah manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa mendatang yang diperoleh atau dikendalikan oleh suatu entitas tertentu sebagai akibat transaksi atau peristiwa masa lalu. Dari definisi di atas dapat diketahui bahwa definisi aktiva memiliki tiga karakteristik utama yaitu:
1.     Memiliki manfaat ekonomi di masa mendatang
2.     Dikuasai oleh suatu unit usaha
3.     Hasil dari transaksi masa lalu.

A.      Memiliki Manfaat Ekonomi Di Masa Mendatang
Sesuatu dikatakan sebagai aktiva apabila memiliki manfaat/ potensi jasa yang cukup pasti di masa mendatang. Artinya sesuatu tersebut memiliki kemampuan baik secara individu atau bersama-sama dengan aktiva lain untuk menghasilkan aliran kas masuk di masa mendatang, baik secara langsung maupun tidak langsung. FASB menggunakan istilah “probable”, karena masa mendatang hanya dapat ditaksir dengan cukup pasti atas dasar dta yang tersedia atau alasan-alasan yang logis. Hal ini disebabkan kegiatan ekonomi terjadi pada lingkungan yang penuh dengan ketidakpastian.
     SFAC No. 6 menyebutkan bahwa manfaat ekonomi merupakan esensi sebenarnya dari aktiva. Artinya aktiva harus memiliki kemapuan bagi suatu entitas untuk ditukar dengan sesuatu yang lain yang memiliki nilai, atau digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai atau digunakan untuk melunasi hutang. Jadi manfaat ekonomi masa mendatang yang melekat pada aktiva merupakan potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Praktisnya, manfaat ekonomi tersebut dapat mengalir ke perusahaan dengan berbagai cara, seperti (IAIA,1994):
a.       Dapat digunakan baik sendiri maupun bersama aktiva lain dalam produksi barang dan jasa yang dijual oleh unit usaha.
b.      Dapat dipertukakan dengan aktiva lain.
c.       Dapat digunakan untuk melunasi hutang.
d.      Dapat dibagikan kepada pemilik perusahaan.
Manfaat ekonomi di masa mendatang dapat juga berhubungan dengan sumber-sumber ekonomi. Ada dua karakteristik utama yang dapat digunakan untuk menunjukkan sumber-sumber ekonomi. Karakteristik tersebut adalah kelangkaan (scarcity) dan kemanfaatan (utility). Apabila sumber-sumber ekonomi sifatnya tidak langka, maka sumber tersebut tidak cukup bagi suatu unit usaha untuk diakui sebagai sesuatu ang bernilai ekonomi. Kemanfaatan berhubungan dengan manfaat ekonomi di masa mendatang. Secara teknis, dalam teori ekonomi kemanfaatan suatu barang berhubungan dengan kemampuan suatu barang untuk memenuhi keinginan/kebutuhan manusia. Jadi apabila terdapat manfaat yang tersedianya terbatas dan barang tersebut memilki nilai ekonomis. Oleh karena itu, semua sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan hars memiliki nilai.
Menurut Paton (1962), aktiva merupakan kekayaan (properties) baik berbentuk fisik atau bentuk lainnya yang memiliki nilai bagi suatu unit usaha. Sedang menurut Sprague (1907), aktiva adalah persediaan atau potensi jaa yang akan diterima atau dinikmati oleh suau unit usaha. Dari pengertian tersebut, Sprague juga menyatakan bahwa aktiva yang dimiliki perusahaan harus memilki nilai dan perusahaan dapat menikmati/memanfaatkan nilai tersebut. Sementara itu, Vatter (1947) mendefinisikan aktiva sebagai menfaat ekonomi masa yang akan datang dalam bentuk potensi jasa yang dapat diubah, ditukar, atau disimpan.
     APB (1970) dalam Statement No.4 memberikan contoh sumber ekonomi perusahaan sebagai berikut:
1.       Sumbersumber ekonomi yang produkti,
a.       Bahan baku, tanah,peralatan,paten,dan sumber sumber lain yang digunakan dalam produksi.
b.      Hak kontrak untuk menggunakan sumber-sumber ekonomi milik unit usaha lain seperti hak guna bangunan dan sebagainya.
2.       Produk, yaitu barang yang siap untuk dijual atau barang yang masih dalam proses produksi.
3.       Uang
4.       Klaim untuk menerima uang.
5.       Hak pemilikan pada perusahaan lain.
Dari pengertian-pengertian tersebut menunjukkan bahwa suatu aktiva merupakan seseuatu yang ada sekarang tersebut dapat berupa kekayaan (property), hak atau klaim terhadap kekayaan, sumber-sumber ekonomi atau persediaan jasa di masa mendatang.Selanjutnya, apabila diperhatikan definisi yang dikemukakan FASB lebih menekankan pada sesuatu yang nyata yang ada pada saat sekarang, yaitu pada manfaat ekonominya. Hal ini disebabkan manfaat sesuatu barang di masa mendatang belum tentu menjadi kenyataan. Lebih lanjut, dapat diperhatikan bahwa menurut FASB jenis pos tertentu dapat diklasifikasikan sebagai aktiva berdasarkan definisi yang umum dinamakan dengan sumber-sumber ekonomi. Jelas bahwa FASB bermaksud menyamakan aktiva dengan sumber-sumber ekonomi perusahaan.
                Di lain pihak APB lebih menekankan pada sumber ekonomi yang ada pasa saat sekarang. Sumber-sumber ekonomi tersebut dapat berupa obyek fisik atau hak yang ditunjukkan dalam kontrak-kontrak tertulis dan lisan. Untuk mengatasi perbedaan di atas definisi yang mungkin lebih tepat untuk aktiva adalah sebagai sumber-sumber ekonomi yang dapat memberikan manfaat ekonomi di masa mendatang, yang diperoleh/dikendalikan/dikuasai oleh unit usaha tertentu sebagai akibat peristiwa/transaksi masa lalu.
B.      Diperoleh dan Dikuasai oleh Unit Usaha
Sesuatu dapat dikatakan sebagai aktiva bila unit usaha tertentu dapat menggunakan manfaat aktiva tersebut dan menguasainya sehingga dapat mengendalikan akses pihak lain terhadap aktiva tersebut. Jadi pengusaan terhadap suatu manfaat merupakan faktor yang penting agar suatu unit usaha dapat menghalangi akses pihak lain terhadap pemakaian suatu aktiva.
                Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan Ijiri(1967) bahwa akuntansi tidak memandang aktiva sebagai sumber ekonomi yang bersifat umum, tetapi hanya pada aktiva yang berada di bawah penguasaan/pengendalian unti usaha tertentu. Hak untuknmendapatkan manfaat terhadap jalan raya umum bukan merupakan asuatu aktiva, karena suatu unit usaha tidak dapat menguasai dan mengendalikan pemakaian jalan tersebut. Penguasaan dan usaha melali pembelian, pemberian, penemuan, perjanjian, produksi, penjualan dan pertukaran.
Perlu diperhatikan bahwa pemilikan bukan merupakan criteria utama untuk mengakui suatu aktiva. Pemilikan umumnya dibuktikan dengan dokumen-dokumen yang sah menurut hukum terhadap suatu barang. Hal ini disebabkan akuntansi tidak memusatkan pada masalah hukum. Akuntansi lebih memusatkan pada substansi ekonomi suatu perusahaan (economic substance over legal form). Dengan demikian, apabila suatu unit usaha dilihat dari substansi ekonominya memiliki hak untuk memperoleh manfaat dari suatu sumber ekonomi, maka sumber ekonomi tersebut dapat dipandang sebagai suatu aktiva meskipun secara hukum unit usaha tersebut tidak memilikinya. Misalnya suatu perusahaan membeli sebuah truk seharga Rp 20.000.000 dengan membayar uang muka sebesar Rp 5.000.000 dan sisanya akan dibayar secara angsuran dalam 3 tahun.
                Ditinjau dari sudut pandang hukum, perusahaan tersebut dianggap memiliki truk tersebut dan menhakuinya sebagai aktiva bila sudah membayar penuh harga truk yang bersangkutan. Namun demikian, dilihat dari substansi ekonominya, pada saat tersebut perusahaan yang bersangkutan dapat mengakui truk tersebut memiliki hak untuk mengunakan manfaat/ potensi jasa dari truk tersebut dan bebas mengendalikan keseluruhan pemakaiannya sesuai kebijakan perusahaan dalam rangka memperoleh laba. Pemilikan hanya merupakan karakteristik pendukung untuk mengakui aktiva karena ada hak yuridis yang pasti untuk menguasainya.               Bentuk fisik juga bukan faktor penentu dari aktiva. Misalnya, Paten dan Hak Cipta merupakan aktiva meskipun kedua elemen tersebut tidak memiliki bentuk fisik. Hal ini disebabkan kedua elemen tersebut memiliki manfaat ekonomi di masa mendatang, dikuasai oleh perusahaan dan berasal dari transaksi masa lalu.

C.      Hasil Transaksi Masa Lalu
Suatu unit usaha dapat mengakui suatu aktiva apabila telah terjadi transaksi atau peristiwa lain yang menyebabkan suatu entitas memiliki hak atau pengendalian terhadap manfaat dari suatu aktiva tersebut. Jadi aktiva tersebut muncul karena transaksi masa lalu. Dengan kata lain, aktiva tersebut dapat diakui apabila terdapat transaksi yang benar-benar terjadi bukan berasal dari transaksi yang bersifat hipotesis. Misalnya suatu mesin dapat diklasifikasikan sebagai aktiva apabila mesin tersebut benar-benar telah dibeli dari transaksi yang benar-benar sah. Apabila mesin tersebut baru akan diperoleh sesuai dengan anggaran yang ditetapkan (masih dianggarkan), maka mesin tersebut tidak dapat dipandang sebagai aktiva, karena belum ada transaksi yang dilakukan.
             Meskipun definisi FASB tersebut dapat diterima secara umum, banyak dikritik yang ditujukan ke FASB. Hal ini disebabkan dalam definisinya, FASB mengabaikan faktor exchangeability, yang artinya suatu pos dapat dipisahkan dari entitas dan memiliki nilai jual yang terpisah. Mac Neal (1939) mengatakan bahwa suatu barang yang kehilangan faktor exchangeability berarti kehilangan nilai ekonomi karena pembelian atau penjualannya tidak memungkinkan untuk dilakukan sehingga tidak ada nilai pasar yang melekat pada barang tersebut. Meskipun demikian, FASB menolak ide tersebut karena pada dasarnya manfaat dari suatu aktiva tidak terbatas pada unsur dapat saling dipertukarkan. Moonitiz (1961) menambahkan bahwa faktor dapat saling dipertukarkan tidak menambah nilai manfaat aktiva.


SIKLUS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGGAJIAN


PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG
Siklus manajemen sumber daya manusia (MSDM/penggajian) – human resources management (HRM)/payroll cycle adalah  serangkaian aktivitas bisnis dan operasi pengolahan data terkait yang terus-menerus berhubungan dengan  mengelola  kemampuan pegawai secara efektif. Tugas-tugas yang lebih penting meliputi :
1.      Merekrut dan mempekerjakan para pegawai baru
2.      Pelatihan
3.      Penugasan pekerjaan
4.      Kompensasi (penggajian)
5.      Evaluasi kinerja
6.      Mengeluarkan pegawai karena penghentian yang sukarela maupun tidak
Tugas 1 dan 6 dilakukan hanya sekali pada setiap pegawai, sementara tugas 2 sampai 5 dijalankan berulang-ulang selama seorang pegawai bekerja untuk perusahaan tersebut. Pada kebanyakan perusahaan, keenam aktivitas ini dibagi ke dalam dua sistem terpisah. Tugas 4, kompensasi pegawai, merupakan fungsi utama sistem penggajian. Sistem MSDM menjalankan lima tugas lainnya. Pada banyak perusahaan, kedua sistem tersebut dikelola secara terpisah. Sistem MSDM biasanya merupakan tanggung jawab dari direktur sumber daya manusia, sementara pengawas mengelola sistem penggajian. Meski demikian, sistem ERP menggabungkan kedua set aktivitas tersebut.
Pada makalah ini membahas tentang sistem penggajian karena para akuntan biasanya bertanggung jawab atas fungsi ini. Kita mulai dengan menjelaskan pengertian dari sistem MSDM/penggajian terintegrasi dan membahas aktivitas siklus penggajian serta ancaman dan pengendalian-pengendalian dasar yang diperlukan untuk memastikan bahwa sistem tersebut memberikan  pihak  manajemen dengan informasi yang reliabel dan memastikan bahwa sistem tersebut mematuhi peraturan pemerintah.

2.      RUMUSAN MASALAH :
1.Apakah pengertian dari sistem informasi siklus MSDM/penggajian ?
2.Apakah yang menjadi aktivitas dalam siklus penggajian ini ?
3.Bagaimana ancaman dan pengendalian siklus MSDM?

3.      TUJUAN :
1.      Menjelaskan  pengertian dari Sistem informasi siklus MSDM / Penggajian
 2.  Menjelaskan  aktivitas-aktivitas siklus penggajian  dan operasi pemrosesan informasi terkait yang dijalankan dalam siklus manajemen sumber daya manusia (MSDM)/penggajian.
3.      Mengidentifikasi ancaman-ancaman utama dalam siklus MSDM/penggajian dan berbagai prosedur pengendalian internal untuk menghadapi ancaman tersebut


PEMBAHASAN


SIKLUS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGGAJIAN
A.      Sistem Informasi Siklus MSDM/Penggajian
Sistem yang menyediakan informasi mengenai SDM perusahaan adalah sistem informasi sumber daya manusia atau HRIS (Human Resource Information System). Sistem informasi sumber daya manusia (SISDM) atau human resources information system (HRIS) adalah program aplikasi komputer yang menggorganisir tata kelola dan tata laksana manajemen sumber daya manusia di perusahaan guna mendukung proses pengambilan keputusan atau biasa disebut dengan decision support system dengan menyediakan berbagai informasi yang diperlukan.
Siklus manajemen SDM / Penggajian adalah rangkaian aktivitas bisnis berulang dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan cara yang efektif dalam mengelola pegawai.
Tugas- tugas siklus penggajian:
1.Merekrut & mempekerjakan karyawan
2. Melatih
3. Memberikan tugas pekerjaan
4. Memberikan kompensasi (Penggajian)
5. Mengevaluasi kinerja
6. Memberhentikan pegawai secara sukarela/ dipecat.
B.     Aktivitas Siklus Penggajian
Tujuan utama dalam sistem informasi akuntansi adalah menghasilkan output berapa informasi keuangan begitu pula dengan SIA pada siklus penggajian juga menghasilkan output yang berupa CEK. Cek gaji dikirim untuk mentransfer dana dari rekening regular perusahaan ke rekening pengggajian. Penggajian adalah salah satu aplikasi SIA yang terus diproses dalam bentuk batch karena 2 hal yaitu cek gaji dibuat secara periodic dan sebagian besar pegawai dibayar pada waktu yang bersamaan.

Aktivitas – aktivitas yang dilakukan pada system penggajian adalah :
1.      Perbarui file induk penggajian
Langkah ini digunakan untuk mencerminkanberbagai jenis perubahan penggajian yang meliputi :
a.              Perekrutan
b.              Pemberhentian
c.              Perubahan tingkat gaji
d.             Perubahan dalam pengurangan diskresi
Semua perubahan penggajian dimasukkan tepat pada waktunya dan ditampilkan dalam periode pembayaran berikutnya, namun catatan tentang pegawai yang telah berhenti atau dipecat jangan langsung dihapus karena beberapa laporan akhir tahun (termsuk formulir w-2) membutuhkan data mengenai semua pegawai yang pernah bekerja untuk organissi tersebut sepanjang tahun terkait.
2.      Perbarui tarif & pemotongan pajak
Perubahan tersebut terjadi ketika bagian penggajian menerima pembaruan mengenai perubahan dalam tariff pajak dan potongan gaji lainnya dari berbagai unit pemerintah dan perusahaan asuransi.
3.      Validasi data waktu dan kehadiran
Penerapan insentif dan bonus membutuhkan adanya hubungan antara sisem penggajian dengan sistem informasi penjualan dan siklus lainnya guna menggumpulkan data yang akan digunakan untuk menggunakan teknologi informasi. Program penggajian tersebut akan melakukan pemeriksaan edit untuk memverifikasi akurasi dan kewajaran data pada saat dimasukkan.
4.      Mempersiapkan penggajian
File data yang telah diurutkan kemudian digunakan untuk membuat cek gaji pegawai selanjutnya semua potongan penggajian akan dijumlah dan totalnya dikurangkan dari gaji kotor untuk mendapatkan gaji bersih.Terakhir yaitu daftar penggajian dan cek gaji pegawai dicetak.
*daftar penggajian yaitu laporan yang mendaftar gaji kotor setiap pegawai, potongan gaji & gaji bersih dalam format multi kolom dan disertai daftar potongan terpisah yang mendaftar berbagai potongan sukarela untuk setiap pegawai.
5.      Membayar gaji
Sebagaian besar pegawai dibayar dengan menggunakan cek atau dengan penyimpanan langsung gaji bersih ke rekening bank pribadi mereka
6.      Hitung Kompensasi dan pajak yang dibayar perusahaan.
Perusahaan membayar beberapa pajak penghasilan dan kompensasi pegawai.banyak perusahaan juga menawarkan para pegawai mereka rencana kompensasi flesibel, yang memungkinkan setiap pegawai. Menerima jaminan minimum asuransi pengobatan dan konstribusi pension, ditambah dengan kredit kompensasi tambahan yang digunakan untuk mendapatkan wakru libur ekstra atau asuransi kesehatan tambahan.
7.      Keluarkan pajak penghasilan dan potongan lain-lain.
Aktivitas terakhir dalam proses penggajian adalah membayar kewajiban pajak penghasilan dan potongan sukarela lainnya dari setiap pegawai.



C.   Ancaman dan Pengendalian Siklus MSDM
Selain tugas – tugasnya, siklus manajemen SDM / Penggajian juga memiliki fungsi utama yaitu pengendalian yang memadai agar dapat memastikan terpenuhinya tujuan- tujuan berikut ini :
1.      Semua Transaksi Penggajian diotorisasi dengan benar.
2.      Semua Transaksi Penggajian dicatat valid
3.      Semua Transaksi Penggajian yang valid dan diotorisasi dicatat.
4.      Semua Transaksi Penggajian dicatat secara akurat
5.      Peraturan pemerintah terkait terkait yang berhubungan dengan pengiriman pajak dan pengisian laporan penggajian serta MSDM telah terpenuhi
6.      Aset (baik kas maupun data) dijaga dari kehilangan atau pencurian.
7.      Aktivitas siklus manajemen SDM / penggajian dilakukan secara efisien dan efektif.

Berbagai dokumen dan catatan (kartu waktu, daftar penggajian) berikut adalah ancaman-ancaman utama dalam siklus manajemen SDM / Penggajian dan prosedur pengendalian yang dapat diterapkan untuk mengurangi ancaman – ancaman tersebut.
1.      Pengontrakan dan perekrutan tenaga kerja
Bentuk ancaman:
a.       Memperkerjakan pegawai yang tidak berkualifikasi atau berkelakuan buruk.
Prosedur pengendalian : prosedur memprkerjakan yang baik, trmasuk verifikasi keahlian pelamaar kerja, referensi dan riwayat pekerjaan.
b.      Pelanggaran Hukum ketenagakerjaan
Prosedur pengendalian : Dokumen lengkap atas prosedur untuk memperkerjakan  : pelatihan pengembangan terkini dalam hal hokum ketenagakerjaan.


2.      Pemprosesan Pengajian
Bentuk ancaman :
a.       Perubahan file induk penggajian tanpa otorisasi
Prosedur pengendalian: Pemisahan tugas pada data SDM vs Penggajian dan distribusi cek gaji; pengendalian akses; tinjauan atas semua perubahan.
b.      Data waktu yang tidak akurat.
Prosedur pengendalian otomasisasi pengumpulan data : berbagai pemeriksaan edit ; rekonsiliasi data kartu waktu dengan data kartu waktu kerja.
c.       Pemrosesan Penggajian yang Tidak Akurat
Prosedur pengendalian : Total Batch dan pengendalian aplikasi lainnya rekening kliring penggajian tinjauan peraturan IRS.
d.      Pencurian atau distibusi cek gaji tipuan.
Prosedur pengendalian : Setoran langsung distribusi cek gaji dilakukan oleh seseorang yang independen dari proses penggajian; penyelidikan cek gaji tidak di klaim akses terbatas ke cek gaji kosong; pemberian nomor tercetak dan perhitungan serta pencatatan periodik untuk semua cek gaji ;penggunaan rekening giro terpisah untuk penggajian yang dipelihara sebagai dana tetap; rekonsiliasi semua rekening bank penggajian oleh seseorang yang tidak terlibat dalam semua pemprosesan penggajian.
3.      Umum
Bentuk ancaman :
a.       Kehilangan atau pengungkapan data tanpa otorisasi
Prosedur pengendalian : Proses pembuatan cadangan ; rencana pemulihan dari bencana pengendalian akses fisik dan logis enkripsi data.

b.      Kinerja yang kurang baik
Prosedur pengendalian : Pengembangan dan tinjauan periodik atas metric kinerja yang tepat; program pelatihan.

Manajer sumber daya manusia tidak terjadi pada lingkungan yang statis, tapi pada lingkungan yang selalu berubah. Karena itu proses pengolahan sumber daya manusia di perusahaan tidak pernah berhenti demi mendapatkan sumber daya yang sesuai dengan waktu dan tugas yang harus dipikulnya. Beberapa proses yang dilakukan dalam mengolah sumber daya manusia adalah :
a.         Perencanaan SDM, aktivitas ini dimaksudkan untuk mendapatkan sumbe daya manusia yang selalu sesuai dengan kebutuhan. Tujuan ini dilakukan dengan melakukan analisis terhadap informasi yang berkaitan dengan SDM yang ada diperusahaan saat ini seperti :
1.      Informasi keahlian yang dimiliki dan yang diperlukan, lowongan pekerjaan yang ada dan rencana penambahan atau pengurangan karyawan dibagian tertentu.
2.      Informasi tentang lingkungan seperti informasi tentang pasar tenaga kerja.
Dalam pelaksanakan sumber daya manusia ada dua aspek yang harus dipertimbangkan, seperti :
·         Kebutuhan SDM dimasa mendatang dengan menentukan berapa jumlah, jenis dan tingkat keahlian SDM yang diperlukan.
·         Keseimbangan SDM dimasa mendatang dengan membandingkan kebutuhan SDM dimasa mendatang dengan jumlah karyawan saat ini yang diperkirakan tetap bergabung dengan organisasi.
·         Penerimaan atau pemutusan hubungan kerja berdasarkan kondisi SDM saat ini dan kebutuhan dimasa datang.
·         Pengembangan SDM yang dimaksudkan untuk menjamin terpenuhnya kebutuhan organisasi akan karyawan yang memiliki kemampuan dan pengalaman yang sesuai.
b.         penerimaan, aktivitas ini berkaitan dengan msalah pengadaan SDM yang sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan. Pencarian SDM biasanya dilakukan melalui Koran, internet, penyalur tenaga kerja, dari mulut ke mulut dan mencari ke kampus-kampus.
c.         Pemilihan, aktivitas ini dilakukan dengan mengevaluasi informasi yang diperoleh dari formulir pendataran atau lamaran yang diterima, interview, berbagai macam tes, seperti tes iQ dan EQ dan lain bentuk informasi yang dianggap perlu oleh manajemen SDM dalam penyeleksian untuk mendapatkan SDM yang sesuai dengan rencana yang telah dientukan.
d.        Sosialisai, aktivitas ini dilakukan untuk membantu SDM yang baru tersebut deperkenalkan dengan rekan-rekan barunya serta tanggung jawab yang diembannya.
e.         Pelatihan dan pengembangan, aktivitas pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja SDM saat ini agar mampu melaksanakan tugas yang diberikannya secara efektif dan efisiensi, sedangkan program pengembangannya dimaksudkan untuk mempromosikan SDM tersebut.
f.          Penilaian kerja, aktivitas ini dilakukan dengan membandingkan antara kinerja secara individu/ organisasi/ sub organisasi dengan standar yang telah ditentukan.
g.         Promosi, mutasi, penurunan pangkat, pemecatan, aktivitas ini mencerminkan nilai SDM tertentu bagi organisasi perusahaan. SDM yang menunjukkan kinerja yang baik akan dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi atau ditingkatkan keahliannya sedangkan SDM yang memiliki kinerja rendah akan diturunkan pangkatnya, dipindahkan ke posisi yang kurang penting atau dipecat.
Ancaman dan Pengendalian dalam Siklus MSDM :

Aktivitas
Ancaman
Pengendalian (Nomor Pertama Mengacu Pada Ancaman yang Sesuai)
Permasalahan –permasalahan umum disekitar siklus MSDM / Penggajian
1.      Data induk yang tidak akurat datu tidak valid.
2.      Pengungkapan yang tidak diotorisasi atau informasi sensitive.
3.      Hilang atau rusaknya data
4.      Mempekerjakan pegawai yang ternyata pencuri atau tidak berkualitas.
5.      Pelanggaran hokum-hukum ketenagakerjaan.
1.1                 pengendalian integritas pengolahan data.
1.2                 Pembatasan akun terhadap data-data induk
1.3                 Pemeriksaan atas seluruh perubahan terhadap data induk.
2.1                 Pengendalian akses
2.2                 Enkripsi
3.1                 backup dan prosedur pemulihan bencana
a.   prosedur perekrutan yang baik, termasuk verifikasi surat kepercayaan pelamar pekerjaan, kemampuan, referens, dan riwayat pekerjaan.
b.   Pengecekan penyelidikan latar belakang criminal pada seluruh pelamar terutama posisi terkait keuangan.
5.1                 dokumentasi menyeluruh atas perekrutan, evaluasi kinerja, dan prosedur ketenagakerjaan.
5.2                 Pembelajaran berlanjut atas perubahan dalam hokum ketenagakerjaan.
Memperbarui data induk penggajian
6.      Perubahan-perubahan yang tak terotorisasi terhadap data induk pengajian
7.      Pembaruan yang tidak akurat atau data induk penggajian.
6.1  pemisahan tugas, departemen MSDM memperbarui data induk
6.2 Pengendalikan akses
7.1 pengendalian integritas pengolahan data
7.2 pemeriksaan teratur atas seluruh perubahan terhadap data penggajian


8.      Data waktu dan ketidakhadiran yang tidak akurat.
8.1              otomatisasi data sumber untuk tangkapan data.
8.2              Autentifikasi biometri
8.3              Pemisahan tugas, rekonsiliasi kartu jam kerja terhadap kartu waktu.
8.4              Pemeriksaan pengawasan.

9.      Kesalahan-kesalahan dalam memproses penggajian
9.1              pengendalian integritas pengolahan data
9.2              memeriksa pengawasan atas daftar penggajian laporan lainnya .
9.3              memeriksa laporan pendapatan kepada para pegawai
9.4              pemeriksaan atas panduan IRS untuk memastikaan klasifikasi yang layak pada para pekerja baik pegawai atau kontraktor independen.

10.  Pencairan atas distribusi yang curang atas slip gaji
10.1              pembatasan akses fisik terhadap cek penggajian kosong.
10.2              Pembatasan fisik terhadap system EFT
10.3              Penomoran sebelumnya dan akuntansi secara langsung.
10.4              Mewajibkan dokumentasi pendukung yang layak untuk seluruh cek penggajian.
10.5    Penggunaan akun pengecekan terpisah untuk penggajian, distribusi dikelola sebagai tetap
10.6    Pemisahan tugas.
10.7    Pembatasan akses terhadap database induk penggajian
10.8    Verifikasi identitas seluruh pegawai yang menerima cek penggajian
10.9    Menyetorkan ulang cek penggajian yang tidak diakui dan menyelidikinya.

11.  Kegagalan untuk melakukan pembayaran yang diminta
12.  Pembayaran yang tidak tepat waktu
13.  Pembayaran yang tidak tepat.
11.1 konfigurasi system untuk melakukan pembayaran yang diminta melalui system dari IRS (Publikasi Surat Edaran)
12.1 konfigurasi system untuk melakukan pembayaran yang diminta melalui system dari IRS (Publikasi Surat Edaran)
13.1   Pengendalian integritas pemprosesan
13.2    Memeriksa pengawsan atas laporan.
13.3    Pemeriksaan pegawai atas laporan pendapatan


   



KESIMPULAN

Sistem informasi MSDM/penggajian terdiri atas dua subsistem yang saling berhubungan, tetapi terpisah: MSDM dan penggajian. Sistem MSDM mencatat dan mengolah data mengenai aktivitas perekerutan, pelatihan, penugasan, pengevaluasian, dan pemberhentian pegawai. Sistem penggajian mencatat dan mengolah data yang digunakan untuk membayar para pegawai atau jasa mereka.
Sistem MSDM/penggajian harus didesain dengan baik yang mana aktivitas yang dilakukan pada system penggajian yaitu :
1.      Perbarui file induk penggajian
2.      Perbari tariff dan pemotongan pajak
3.      Validasi data waktu dan kehadiran
4.      Mempersiapkan penggajian
5.      Membayar gaji
6.      Hitung kompensasi san pajak yang dibayar perusahaan
7.      Kelarkan pajak penghasilan dan potongan lain-lain.
Ancaman-ancaman utama dalam siklus manajemen SDM / Penggajian dan prosedur pengendalian yang dapat diterapkan dalam beberapa hal yaitu:
1.      Pengontrakan dan perekrutan tenaga kerja
2.      Pemprosesan penggajian
3.      Umum






DAFTAR PUSTAKA


B.Romney, Marshall.,& Paul John Steinbart. 2014. Sistem Informasi Akuntansi (Edisi ke-13).Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Yudho, Prabowo.2016.Sistem Informasi Akuntansi.Semarang:Cerdas Bersama
Description: Image: